Sabtu, 14 Januari 2017

Green tea latte romance

Pertemuan kedua


Dengan langkah lebar aku berjalan cepat menuju kostan, ingin sekali segera sampai melepaskan segala kepenatan ini, baru satu hari kuliah tapi rasanya lelah sekali, aku masuk melalui pintu samping, pintu ini memang akses yang dibuat supaya aku tidak perlu masuk ke kamarku melalui pintu utama, ketika sampai didepan pintu aku melihat seorang cowo  sedang duduk disamping kamarku, samping kamarku ada sebuah taman kecil yang dipenuhi dengan rerumputan yang rapi, tanaman hias dan ada bangku taman yang nyaman.
Cowo ini sedang serius dengan kertas yang ada dipangkuanya entah dia sedang apa, agak kepo aku mendekat melihat lebih jelas apa yang dikerjakannya, begitu aku mendekat cowo itu terkejut seketika kertas dipangkuannya jatuh dan dengan gerakan secepat halilintar dia langsung mengambilnya. Aku pun juga jadi agak menjauh gak disangka responnya sekaget itu.
Untuk menenangkan suasana aku menyapanya duluan "Hai... aku Audrey, aku tinggal di kamar pavillion ini" kataku seramah mungkin sambil mengulurkan tangan, tanganku mengambang sekian detik sampai akhirnya dia meraih tanganku dan mengenalkan dirinya dengan raut muka dingin. Owh namanya Rega dan dia salah satu anak bu kost, setelah kenalan singkat ini dia langsung pergi tanpa berkata apa-apa lagi. 

Uhh.. kenalan macam apa ini gak ada ramahnya sama penghuni kost padahal kan gw tinggal disini juga beda banget sama ibunya yang baik super ramah, aku malas memikirkan orang itu kepalaku hari ini sudah penat, aku langsung masuk ke kamar menyalakan AC dan merebahkan diri dikasur. 
Fiuhh.. hari ini lelah sekali, mengingat kejadian hari ini karena rasanya sakit kepala, aku memijat kening berharap rasa sakit ini berkurang, lalu aku memejamkan mata mencoba untuk tidur, baru beberapa menit aku memejamkan mata "Huaaaaa...." aku berteriak histeris aku baru mengingat sesuatu, "Cowo itu.. Cowo itu.. si Rega, dia yang aku liat dikantin FE siang ini" kataku masih dengan keterkejutan karena ternyata si alien itu adalah Rega anak bu kost, OMG pikiranku langsung membayangkan yang tidak-tidak, pantesan dia jutek tadi ternyata dia sudah menyadari lebih awal kita bertemu tadi siang. 
Tapi kan gw gak punya salah apa-apa sama dia, ketemu aja baru tadi siang dan tadi hanya kesalahpahaman sikapku aja, kurasa aku bisa menjelaskan mengenai sikapku tadi siang.
Baiklah kalau ketemu lagi aku akan meminta maaf. Sekarang aku akan mencoba tidur lagi beberapa jam.